Wednesday, 08 Sep 2010
 
 

Facebook Fans


Ads on: Special HTML

Best Grades - Study Smarter

Click Here!
Ads on: Special HTML
Pendidikan
Category ini adalah category pendidikan di section artikel.

Menggapai kreatifitas dengan musik PDF Print E-mail

Creativity

Kreativitas adalah seperti angin: sekilas, tak terlihat dan sulit ditangkap. Beberapa orang membiarkan dirinya rileks dan santai, membiarkan kreatifitas datang sendiri kepada mereka. Beberapa orang bahkan bekerja keras untuk mendapatkan kreatifitas. Saya akan memberitahu Anda bagaimana Anda bisa melakukan sesuatu yang menyenangkan dan mudah untuk mendatangkan sendiri kreativitas yang diinginkan….. yaitu dengan “mendengarkan musik”.

Pertama, izinkan saya untuk memberikan sedikit latar belakang tentang diri saya. Saya mempunyai profesi sebagai komputer programmer. Saya menulis kode komputer program pada sebagian besar jam kerjaku. Programmer mempunyai peringkat dalam kategori yang sama seperti seniman, musisi dan penyair dalam hal menciptakan output yang kreatif. Programmer harus kreatif untuk menemukan solusi yang cerdik sehingga menyelesaikan masalah-masalah yang teknis.

Di tempat kerja, saya menggunakan earphone untuk mendengarkan musik, sementara itu aku bekerja memecahkan kode-kode program. Saya dapat mendengarkan jenis musik yang sangat bervariasi. Saya mempunya new age, instrumental dan pop. Saya juga mempunyai musik dengan latar belakan vokal Jepang, Spanyol dan Perancis. Saya juga mendengarkan musik dari video game dan anime.

Bagaimana cara kerja kreatifitas yang saya dapatkan? Dengan membawa pikiran saya ketempat yang lebih "tinggi" sehingga saya dapat "melihat" lebih dari segala sesuatunya. Rahasia jenius dan imajinasi yang kreatif berasal dari getaran frekuensi tinggi di pikiran ( "Misteri transmutasi seks" dalam Think and Grow Rich). Anda dapat mendengarkan musik untuk dapat meningkatkan frekuensi pikiran Anda, sehingga Anda bisa ke tempat yang lebih tinggi di mana kreativitas akan datang dengan bebas dan terjadi dengan sendirinya.

Read more...
 
Music Therapy PDF Print E-mail

music therapy

Bisa bayangkan hidup tanpa musik? Sudah pasti, dunia ini menjadi sebuah kebisuan yang berkepanjangan. Selain itu, tidak akan ada emosi senang, bahagia, dan bergairah… yang tersisa hanya rintihan kemarahan, ketidaksabaran dan stress hidup yang berlebihan.

Menurut majalah Journal Psychology, musik memberikan pengertian pada jati diri kita dan orang lain dimana kata-kata linguistik tidak dapat me-komunikasikan hal ini. Musik menyampaikan pesan diluar dimensi bahasa sehari-hari yg mengandung pengertian sangat dalam. Sebagai contoh: kita merasa bahagia ketika mendengarkan sebuah lagu favorit, banyak pelari mendengarkan musik pada waktu lari pagi supaya tidak bosan dan menambah semangat berlari, dan ada juga fenomena dimana anak belajar harus mendengarkan lagu favoritnya baru bisa belajar.

Eh, ternyata musik bisa juga sebagai terapi lhoh. Beberapa rumah sakit terkemuka di Barat menggunakan musik utk mengurangi sakit pasien, menurunkan level depresi, menjadikan pasien lebih aktif (promoting movement), menenangkan pasien, merilekskan tensi pada otot, dan beberapa contoh lain yg tidak dapat disebutkan satu persatu. Rahasianya adalah musik dapat menghubungkan pikiran dan badan (unity of body and mind) dan ini yang membuat musik sebagai terapi yang sagat ampuh.

Contoh-contoh lainnya kegunaan musik sebagai terapi:

Read more...
 
Ga' Bisa Main Musik di Jaman Sekarang? --> Malu dan G' Pede! PDF Print E-mail

Suatu hari kami kedatangan calon OrangTuaMurid, sebut saja Ibu Vitri. Rupanya dia bingung; anaknya mendapat pelajaran musik disekolah dan dia tidak dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai musik, karena dia buta mengenai hal ini. Di tengah kegelisahannya Ibu Vitri berkata kepada kami:
"Pada waktu jaman saya sekolah, mana ada pelajaran musik? Pelajaran musik hanya bernyanyi bersama, dan tanpa not. Not yang diajarkan hanya not angka, dan itupun diajarkan pada saat di kelas smp/sma. Wah, sekarang saya harus mengerti not balok apabila ingin membimbing anak saya. Bagaimana ini...?"

Read more...
 
Bakat VS Kemauan PDF Print E-mail

Beberapa bulan lalu saya menemukan seorang murid yang mempunyai bakat cukup baik dan telah mencapai Grade 6.  Murid ini mempunyai semua faktor untuk sukses belajar musik, yaitu: sebuah piano, mempunyai “BAKAT”, dan dukungan orang tua secara financial untuk terus melanjutkan belajar musik.

Semua hal POSITIF diatas ternyata hilang sirna karena anak ini TIDAK mempunyai “KEMAUAN” untuk belajar.  Dari bulan ke bulan, kemajuan belajarnya amat lambat sekali, karena tidak/kurang latihan dirumah. Selain itu, anak ini sering bolos dan selalu terlambat datang ke kelas.  Karena dia telah di jenjang pendidikan SMA, orang tua murid sulit untuk menasehatinya dan pada akhirnya, anak ini menyerah dan mundur dari belajar musiknya.

Dari kejadian ini saya merenung, ternyata “KEMAUAN” lebih penting daripada “BAKAT”.  Saya telah melihat banyak kejadian orang yang mempunyai Kemauan yang kuat, selalu dapat mengalahkan orang yang Berbakat  (tetapi tidak mempunyai kemauan). 

Read more...
 
Buang Waktu ??? PDF Print E-mail

Pada waktu acara reuni SMA belum lama ini, saya bertemu dengan teman sebangku, sebut saja Sudibyo. Karena lama tidak bertemu, kami berbagi cerita mengenai pekerjaan, keluarga dan anak.  Setelah bicara beberapa lama, pembicaraan kita sampai pada Pendidikan Musik, dan cerita dia sangat menarik. Dia bilang ke saya dalam 2 tahun ini dia sudah BUANG WAKTU SIA2…..  Ah, ada apa gerangan ? Saya kurang mengerti maksudnya sampai dia menceritakan pengalaman dia sbb:

Anak perempuannya  (Nadia), telah les piano selama 2 tahun. Selama ini dia cukup puas dengan apa yang telah dipelajari oleh anaknya. Dapat memainkan beberapa lagu classical dan lagu favorit lainnya. 

Pada suatu hari, dia mampir di tempat sepupunya yang cukup mahir main Classical Piano.  Sepupu Pak Sudibyo ini belajar piano di Conservatory Jerman. Jadi masalah teknik bermain dan interpretasi lagu sudah pasti sangat dikuasainya sekali.  Teman saya Sudibyo tentunya ingin membanggakan anaknya didepan sepupunya yang juga seorang pianist. Maka itu, dia menyuruh anaknya Nadia untuk main 2 lagu pilihannya.

Read more...
 
More Articles...
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2