Kabar Gembira !!! Sekolah Musik Duta Nada akan membuka kelas VOCAL (Singing) pada bulan Januari 2012. Daftarkan Putra/Putri Anda sekarang juga --> DISKON 50% UANG PENDAFTARAN ! <<--
Apa yang lain dari KELAS VOCAL di Duta Nada?
Ditunjang oleh Guru yang sangat kompeten, mempunyai SERTIFIKASI ABRSM.
Guru mempunyai pengalaman mengajar GROUP maupun PRIVAT.
Murid mempelajari menyanyi lebih dari 2-3 bahasa (untuk Grade 4-5, ujian ABRSM mewajibkan kandidat utk dapat menyanyi dengan bahasa asing – contoh Italian, German atau French).
Kurikulum berdasarkan International Standard – ABRSM/Royal.
Pengajaran berdasarkan TEKNIK VOCAL yang benar, TIDAK hanya asal menyanyi.
Murid dapat AKTIF untuk mengikuti CHOIR yang biasanya sering tampil pentas di Mal atau acara lainnya.
Bisa mengikuti kelas GROUP, SEMI PRIVATE ATAU PRIVATE.
Murid dapat belajar dari umur 4 – 5 tahun.
Menerima murid DEWASA.
Tahukah Anda bahwa MENYANYI itu adalah:
Sudah ada di semua kultur di segala bangsa pada ribuan tahun yang lalu.
MENYANYI sudah ada di genetik tiap manusia. Keinginan untuk didengarkan untuk MENYANYI atau mendengarkan orang lain MENYANYI adalah keinginan yang menyatu di setiap manusia.
MENYANYI adalah seperti TERTAWA, BERMAIN DAN BERLATIH. Kegiatan "Menyanyi" sangat menyehatkan dan menurunkan stress.
Kegiatan menyanyi memberikan suplai oksigen yang lebih banyak ke tubuh, sehingga OTAK dan PIKIRAN lebih aktif dan memberikan kesehatan pada tubuh.
Menyanyi dapat me-AKTIFKAN kelenjar Thyroid, sehingga menyeimbangkan metabolism.
Karena proses menyanyi me-vibrasi bagian tubuh yang penting, bisa juga sebagai proses Detox (pengeluaran racun dalam tubuh).
Memperbaiki dan mempercepat reflex MEMBACA, dan KOORDINASI antara Otak dan bagian Tubuh lainnya.
Menambah MOTIVASI seseorang, terutama untuk menyanyi dalam group.
Menyanyi membantu anda untuk mendengarkan (listening skills) orang lain.
Menyanyi akan mempertajam PITCH skills, sehingga AURAL skills akan lebih bagus.
Menyanyi akan menaikkan rasa PERCAYA DIRI (Self Confidence) terutama pada anak-anak.
Masih banyak lagi KEUNTUNGAN dari Menyanyi...., nah tunggu apa lagi ? Cepat mendaftar KELAS VOCAL DI Sekolah Musik Duta Nada dan dapatkan 50% DISKON uang pendaftaran (selama masih ada).
Sekolah Musik Duta Nada (Music School) mempunyai visi "Providing International Music Education". Untuk menuju ke visi ini, kurikulum dibuat secara terpadu dan mendukung ujian International Royal School of Music (ABRSM).
Video dibawah ini memberikan gambaran mengenai pendidikan di Duta Nada Music School. Background lagu adalah Hujan Fantasi, dimainkan secara indah oleh gitaris ternama Jubing Kristianto. Selamat menikmati profil Duta Nada dengan dengan alunan musik yang indah....
Seiring dengan perkembangan industri musik yang makin pesat, maka makin marak kursus musik di berbagai kota metropolitan, khususnya Jakarta. Musik memang sudah menjadi bagian dari hidup manusia dan tidak dapat dipisahkan. Musik konon memberikan efek yang bagus terhadap keseimbangan otak kanan dan kiri. Dengan musik, diyakini anak menjadi lebih pintar dan mudah bergaul. Ingat kepada Mozart efek?
Namun Anda jangan keliru. Sekolah musik tidaklah sama dengan kursus musik. Mungkin kita banyak menemukan spanduk atau baliho tentang suatu tempat yang menamakan diri mereka sekolah musik sementara kapasitasnya hanyalah sebatas kursus musik saja. Mungkin perbedaan antara sekolah musik dan kursus musik di bawah ini bisa membantu Anda.
1. Sekolah musik mempunyai ujian yang berjenjang sedangkan kursus musik tidak. Sekolah musik mempunyai ujian yang berjenjang dan sudah pasti. Pada tiap ujian ada requirements atau apa yang diujikan. Sedangkan kursus musik biasanya hanya mengajarkan anak untuk dapat bisa bermain instrumen saja, tanpa ada ujian yang jelas. Apabila ada ujian, itupun dilakukannya sendiri tanpa ada persyaratan yang jelas. (catatan: Sekolah musik Duta Nada mengikuti ujian ABRSM/Royal dari London, UK. Semua penguji dikirim dari UK dan memberikan ijazah resmi dengan taraf internasional).
2. Sekolah musik memberikan pelajaran Praktek dan Teori Biasanya kursus musik tidak memberikan pelajaran teori, tetapi hanya praktek saja. Apabila ada teori, itupun cuma asal lewat dan diberikan bersamaan dengan praktek dan tanpa buku. Nah, sekolah musik sudah harus pasti memberikan pelajaran teori dan inipun mempunyai buku dan kurikulum khusus. Pelajaran teori diberikan dengan tujuan supaya murid bisa membaca not dengan baik. (catatan: sekolah musik Duta Nada memberikan pelajaran teori sesuai dengan ujian ABRSM. Ada buku khusus dan kurikulum khusus untuk pelajaran teori ini).
Cukup banyak artikel yang membahas mengenai “perkembangan Otak Kiri dan Otak Kanan”, tetapi banyak pembaca yang belum mengetahui apa pengaruh otak kiri dan otak kanan pada cara berpikir.
Otak Kiri bekerja untuk mengatur kemampuan seseorang pada nalar, tulisan, berhitung dan berlogika. Kerusakan pada otak kiri dapat berakibat gangguan ingatan jangka pendek, berbicara dan logika matematika. Maka, untuk mempertahankan otak kiri supaya bekerja dengan baik, kita dapat bermain puzzle, belajar berhitung atau ilmu pasti lainnya.
Otak Kanan mempunyai fungsi berpikir kreatif dan biasanya memberikan kemampuan seseorang untuk berkhayal, mencurahkan emosi, membedakan warna, dan ilmu ruang. Otak kanan mempunyai kemampuan untuk menyimpan memori jangka lama. Maka itu, apabila seseorang kena penyakit stroke atau tumor otak, maka yang akan terganggu adalah kemampuan visual dan emosi. Untuk menjaga ketajaman otak kanan, maka kita perlu mendengarkan atau memainkan musik.
Pelajaran di sekolah formal (TK, SD, SMP dan SMA) umumnya me-aktifasi OTAK KIRI. Bagaimana tidak, lihat saja kurikulum sekolah kita. Pelajaran Matematik atau ilmu pasti mempunyai porsi yang lebih banyak daripada pelajaran lainnya. Belum lagi pelajaran yang harus menghafal, juga merupakan pelajaran yang me-aktifasi berpikir secara logis.
Beberapa sekolah yang cukup bagus di negeri ini, hanya memberikan test Matematika untuk masuk SMP dan SMA. Begitu pentingnya pelajaran Matematik bagi sekolah ini dan mereka yakin bahwa murid yang jago matematik, nalar pikiran mempunyai dasar yang kuat dan akan mudah untuk mempelajari pelajaran IPS (tidak sebaliknya yang mana murid IPS tidak akan bisa belajar ilmu pasti dengan baik).
Dengan pelajaran di sekolah yang lebih me-AKTIFASI OTAK KIRI, ada BAHAYA LATEN yang bisa mengancam, yaitu otak yang kurang seimbang, terutama pada OTAK KANAN. Lemahnya OTAK KANAN menyebabkan anak berbicara kasar dan TIDAK KO_OPERATIF & KREATIF pada cara berpikirnya - dalam hal ini anak TIDAK mempunyai EQ (emotional intelligent). Sebagai sekolah musik yang telah mengajar berbagai macam sifat murid, kami sangat menyayangkan apabila bertemu dengan anak pandai/pintar, tetapi tidak mempunyai perasaan atau sangat kasar sekali dalam berkata.
Setiap kali kami bertemu dengan OrangTua murid, kami sering memberitahu 5 hal penting yang patut diketahui oleh mereka mengenai "Belajar Musik". 5 hal ini patut di-ingat dan dimengerti sehingga orangtua selalu mendukung proses belajar musik anak-anaknya....
- Belajar Musik HARUS DIMULAI dari umur muda (5-6 tahun) Belajar musik harus dimulai dari umur muda, yaitu 5-6 tahun. Apabila tidak, anak anda akan kehilangan momentum! Seperti yang kita ketahui, belajar musik praktek, tidak seperti belajar teori atau pelajaran sekolah. Memainkan alat musik hanya dapat dipelajari dengan baik apabila motorik dan otot tangan anak masih flexible dan dapat dibentuk, dan ini biasanya dimulai dari umur muda (5-6 th). Dari pengalaman kami, anak yang usianya telah melampaui 13 th, akan agak sulit untuk belajar memainkan instrumen dengan baik karena otot dan motorik yang telah terbentuk (kaku). Maka itu, meskipun belajar musik dapat dilakukan juga pada umur dewasa, biasanya performa yang didapat tidak dapat melampaui bagi mereka yang belajar musik dari umur muda.
- Belajar musik TIDAK ADA RELEVANSINYA dengan bakat. Banyak orangtua murid yang bertanya kepada kami apakah mereka harus mendaftarkan anaknya untuk belajar musik, meskipun mereka merasa anaknya tidak mempunyai bakat musik sama sekali. Cara berpikir demikian sangat salah, karena belajar musik adalah proses pembelajaran informal yang sangat penting, terutama memberikan keseimbangan otak kanan dan otak kiri. Pelajaran di sekolah biasanya melatih anak untuk berpikir dengan otak kiri (matematik, hafalan, dsb), dan musik akan menyeimbangkan otak kanan (memainkan musik dengan indah harus menggunakan perasaan - alam otak kanan). Anak dapat menyukai musik tanpa bakat, dan hal ini sudah dibuktikan bahwa dengan latihan yang konsisten dan bimbingan guru yang baik, anak akan dapat memainkan musik dengan baik meski tidak begitu mempunyai bakat. Menyukai dan memberikan apresiasi di musik tidak ada hubungannya dengan bakat!